MULTIPLIER ( Angka Pengganda )

 


Multiplier adalah bilangan yang menjelaskan tambahan pendapatan nasional sebagai akibat adanya perubahan pada variabel-variabel tertentu (investasi, pengeluaran pemerintah) dalam perekonomian

Angka pengganda juga dapat diartikan sebagai suatu perbandingan jumlah pertambahan atau pengurangan dalam pendapatan nasional dan jumlah pertambahan atau pengurangan agregat yang dapat mengakibatkan adanya perubahan terhadap pendapatan nasional itu sendiri.

Angka pengganda dilakukan karena beberapa tujuan. Tujuan-tujuan tersebut ialah:

1. Mengidentifikasi besarnya perubahan pendapatan yang disebabkan oleh variabel-variabel pengeluaran (konsumsi dan investasi)

2. Mengetahui apakah terjadi beberapa kesenjangan dalam suatu sistem perekonomian.Kesenjangan tersebut dapat berupa inflasi dan deflasi.

3. Dapat menjadi pedoman atau rujukan dalam pengambilan kebijakan ekonomi suatu negara

Bentuk - bentuk angka pengganda

1.       Output Multiplier
Output multiplier adalah teknik analisis untuk mengukur jumlah output pendapatan ekonomi sebagai bagian dari peningkatan pengeluaran.

2.        Income Multiplier

Income multiplier adalah teknik perhitungan yang digunakan untuk mengukur tambahan pendapatan (upah dan gaji, sewa, bunga dan keuntungan) dari kegiatan ekonomi.

3.       Employment Multiplier

Employment multiplier adalah teknik perhitungan yang dapat digunakan untuk mengukur salah satu dari total jumlah pendapatan pekerjaan pada sektor-sektor tertentu.

4.       Government Revenue Multiplier

Government Revenue Multiplier adalah bentuk perhitungan yang digunakan untuk mengukur pengaruh dar pendapatan pemerintah dari berbagai sumber yang dihubungkan dengan peningkatan pengeluaran suatu sektor.

5.        Gross Value Added Multiplier

Gross Value Added Multiplier adalah cara perhitungan yang didasari oleh besaran balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi.

Perhitungan Multipiler

1. Fungsi konsumsi adalah C = a + bYd.

2. Dua bentuk sistem pajak akan digunakan. Dalam contoh yang pertama pajaknya adalah pajak

    tetap, yaitu T = Tx0, sedangkan dalam contoh kedua pajaknya adalah pajak proporsional, yaitu: T =

    tY.

3. Fungsi investasi awal adalah I dan fungsi pengeluaran pemerintah yang awal adalah G.

Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)

∆Y = K . ∆I

Dimana K adalah angka pengganda

Perhitungan Angka Pengganda dengan Pendekatan Tiga Sektor

        Dalam perekonomian 3 sektor pelaku kegiatan ekonomi bukan hanya rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen saja, tetapi terdapat pelaku lainnya yaitu pemerintah.  Pengaruh pemerintah dalam perekonomian 3 sektor yaitu pemerintah berpengaruh sebagai seorang produsen dan konsumen.  Selain itu, pemerintah juga berpengaruh untuk menarik pajak dari setiap pajak yang berguna untuk menstabilkan ekonomi negara.  Terdapat nilai multiplier dengan pendekatan 3 sektor, yaitu multiplier investasi, multiplier pengeluran pemerintah dan multiplier pajak.

Perhitungan Angka Pengganda dengan Pendekatan Tiga Sektor

a.      Multiplier Investasi

Untuk menghitung nilai multiplier investasi, dimisalkan dengan bertambah dari I menjadi  𝐼1 dan besar pertambahannya adalah ∆𝐼. Terdapat 2 bentuk system pajak yang digunakan, yaitu:

  1. Sistem Pajak Tetap, dalam perekonomian sistem pajak tetap berasal dari:



Keterangan:

Y = pendapatan nasional

I = investasi

G = government expenditure (pengeluaran pemerintah)

C (a+ bYd) = fungsi konsumsi

Tx = Tax (pajak)

 

2.      Sistem pajak proporsional



Sehingga kenaikan pendapatan nasional 𝑌 sebanyak:  



 

b.      Multiplier Pengeluaran Pemerintah

pengeluaran pemerintah akan mengakibatkan pertambahan pengeluaran pemerintah yang akan menaikkan pendapatan nasional yang sama besarnya.

Sistem pajak proporsional, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah  dan kenaikan pendapatan nasional   (∆𝑌) dapat dihitung dalam persamaan berikut:



c.       Multiplier Pajak

Apabila dimisalkan pajak mengalami kenaikan sebesar ∆𝑇 maka pendapatan disposebel akan turun sebanyak ∆𝑌𝑑 = ∆𝑇. Seterusnya konsumsi (dan pengeluaran agregat) akan turun sebanyak :

𝑪 = ∆𝑨𝑬 = 𝑴𝑷𝑪×∆𝑻

1.      Sistem pajak tetap

Dalam perekonomian yang bersistem pajak tetap, pendapatan nasional yang asal dapat dihitung dengan menggunakan formula berikut :


2.      Sistem pajak proporsional

Dimisalkan bahwa dalam perekonomian pajak yang dipungut dikurangi sebanyak ∆𝑇. pertambahan dalam pendapatan nasional (∆𝑌 = 𝑌1 − 𝑌) dapat ditentukan dengan menggunakan formula :



Perhitungan Angka Pengganda dengan Pendekatan Empat Sektor

Angka pengganda pada perekonomian 4 sektor untuk pajak lupsum diperoleh masing-masing angka pengganda:

                       



Keterangan:

Y = Pendapatan Nasional

C (C0 + bYd) = fungsi konsumsi

I0 = Investasi

G0 = government Expenditure (pengeluaran pemerintah)

X0 = Ekspor

M0 = Impor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERENCANAAN STRATEGI DALAM BISNIS RITEL

Pertumbuhan bisnis (business growth)

Model bisnis start-up