Targeting Custome

 

Targeting Customer menentukan kelompok pelanggan utama yang jadi sasaran bisnis

Contoh sederhananya : Uniqlo Indonesia menargetkan remaja dan profesional muda yang menyukai pakaian simpel dan nyaman, lalu menyesuaikan produk serta promosi dengan gaya hidup mereka.

Gathering information → mengumpulkan data tentang perilaku dan kebutuhan pelanggan.

Contoh sederhananya : ZARA memantau tren di media sosial dan data penjualan untuk tahu model pakaian yang sedang populer.

 

  

    

Artinya : perusahaan harus menganalisis keenam faktor ini secara terpadu. Peritel perlu memahami demografi dan gaya hidup konsumennya, mengidentifikasi kebutuhan mereka, mengantisipasi perilaku berbelanja mereka, dan merumuskan tindakan (strategi) yang tepat sambil selalu mempertimbangkan dinamika faktor lingkungan di sekitar mereka.

 

Demografi

Demografi adalah data populasi yang objektif, dapat dihitung, mudah diidentifikasi, dan dapat diukur.

 

  • Demografi Konsumen, baik sebagai kelompok maupun sebagai individu, dapat diidentifikasi oleh demografi seperti gender, usia, tingkat pertumbuhan penduduk, harapan hidup, melek huruf, bahasa lisan, ukuran rumah tangga, perkawinan dan status keluarga, pendapatan, penjualan eceran, mobilitas, tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan, dan latar belakang etnis/ras.

 

Gaya Hidup Konsumen

Gaya hidup adalah cara individu konsumen dan keluarga (rumah tangga) hidup dan menghabiskan waktu.

Gaya hidup konsumen didasarkan oleh demografi. Sebagai halnya demografi, pretail harus terlebih dahulu memahami konsep gaya hidup konsumen, baru kemudian menentukan gaya hidup target pasarnya. Jika pendapatan tinggi, orang cenderung memiliki diskresioner penghasilan, uang yang tersisa setelah membayar pajak dan membeli kebutuhan. banyak orang memiliki banyak pekerjaan untuk mempertahankan peningkatan standar hidup. Hal ini mempengaruhi para pengecer bahwa konsumen memiliki lebih sedikit waktu diskresi dan karena itu mengalokasikan lebih sedikit waktu untuk berbelanja

 

SIKAP & PERILAKU BELANJA KONSUMEN

Ketika membuat profil pasar sasaran, pengecer harus mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen utama. Bagi seorang pengecer, kebutuhan adalah kebutuhan pokok seseorang yang konsisten dengan demografi dan gaya hidupnya saat ini. Keinginan adalah tujuan belanja diskresioner yang mempengaruhi sikap dan perilaku. Seseorang mungkin membutuhkan mobil baru untuk pergi dan pulang kerja, dan ia mungkin mencari dealer dengan jam dinas Sabtu. Seseorang mungkin menginginkan Porsche dan mobil pinjaman gratis ketika kendaraannya sedang dilayani. Tetapi mereka lebih puas dengan Toyota yang dapat melayani pada akhir pekan dan cocok dalam anggaran. Ketika strategi ritel bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, itu menarik bagi motif konsumen, atau alasan untuk perilaku mereka.

 



 

 

 

 

  1. Pendekatan Pasar Sasaran (Target Market Approach) adalah strategi yang digunakan perusahaan untuk menentukan dan memilih sekelompok konsumen tertentu yang menjadi fokus utama dalam penawaran produk atau jasa mereka
  2. Pilih pasar sasaran tertentu (select specific target market) berarti menentukan kelompok konsumen yang paling potensial dan paling cocok untuk produk atau jasa kita
  3. Mempelajari karakteristik, kebutuhan, dan sikap) pasar sasaran (study characteristics, needs, and attitudes of target marketadalah langkah penting dalam menargetkan konsumen (market targeting). perusahaan berusaha memahami siapa calon pembelinya, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana sikap mereka terhadap produk atau layanan.
  4.  Menganalisis bagaimana konsumen membuat keputusan (Examine How Consumers Make)

 

  1. Suatu proses di mana perusahaan atau pelaku bisnis merancang, memilih, dan menerapkan kombinasi strategi pemasaran (retail mix) yang paling sesuai untuk menarik dan melayani segmen konsumen tertentu. (Develop and Enact Appropriate Retail Strategy Mix for theTarget Markets Chosen)

 

GATHERING INFORMASI

Aliran Informasi dalam Saluran Distribusi Ritel

 

 

 

 

Dalam saluran distribusi ritel yang efektif, informasi mengalir bebas dan efisien diantara 3 pihak utama yaitu

 pemasok (produsen/grosir), pengecer, konsumen. 

  • Pemasok perlu mengetahui berbagai jenis informasi. Dari pengecer pemasok membutuhkan estimasi penjualan kategori, tingkat perputaran inventaris, umpan balik tentang pesaing, tingkat pengembalian pelanggan. Dari konsumen pemasok perlu mengetahui tentang sikap terhadap gaya dan model tertentu, tingkat loyalitas merk.
  • Pengecer juga perlu mengetahui berbagai jenis informasi. Dari pemasok, pengecer membutuhkan pemberitahuan awal tentang model baru dan perubahan model, materi pelatihan untuk produk yang kompleks, perkiraan penjualan, alasan kenaikan harga. Dari konsumen, pengecer ingin tahu mengapa orang berbelanja di pengecer, apa yang mereka sukai dan tidak sukai dari pengecer. 
  • Konsumen membutuhkan berbagai jenis informasi. Dari pemasok, konsumen membutuhkan petunjuk perakitan dan pengoprasian, cakupan garansi, kemana harus mengajukan keluhan. Dari pengecer, konsumen perlu mengetahui perbandingan berbagai alternatif, dimana barang tertentu tersedia ditoko, metode pembayaran yang diterima, kebijakan untuk mengantisipasi jika barang obral kehabisan stok. 


SISTEM INFORMASI RITEL

Seorang peritel memulai dengan filosofi dan tujuan bisnisnya, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti pesaing dan kondisi ekonomi. filosofi dan tujuan memberikan pedoman yang mengarahkan perencanaan strategis. Beberapa aspek rencana bersifat rutin itu hanya memerlukan sedikit evaluasi ulang. Aspek lainnya bersifat nonrutin dan perlu dievaluasi setiap kali muncul. setelah strategi digariskan, data harus dikumpulkan, dianalisis, dan diintepretasikan. jika sudah ada data tersebut diambil dari berkas. ketika data diperoleh berkas diperbarui, semua ini terjadi dipusat kendaliui, keputusan dibuat. 

Manajemen Berbasis Data

Dalam manajemen berbasis data, peritel mengumpulkan, mengintregasikan, menerapkan dan menyimpan informasi terkait bidang subjek tertentu. Informasi ini merupakan elemen utama dalam sistem Informasi ritel dan dapat digunakan bersama basis data pelanggan, basis data vendor, basis data kategori produk.

Manajemen basis data harus didekati sebagai serangkaian lima langkah:

  1. Rencana basis data tertentu dan kompenen-kompenennya dan tentukan kebutuhan informasi.
  2. Dapatkan informasi yang diperlukan.
  3. Menyimpan informasi dalam format yang dapat digunakan dan diakses.
  4. Perbarui basis data secara berkala untuk mencerminkan tren demografi, pembelian terkini.
  5. Menganalisis basis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan.

 

PROSES RISET PEMASARAN

 

 

Proses riset pemasaran mencakup serangkaian aktivitas mendefinisikan isu atau masalah yang akan diteliti, memeriksa data sekunder, menghasilkan data primer (jika diperlukan), menganalisis data, membuat rekomendasi dan mengimplementasikam temuan. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERENCANAAN STRATEGI DALAM BISNIS RITEL

Pertumbuhan bisnis (business growth)

Model bisnis start-up